Budayakan Sehat dan Selamat dalam Bekerja, PetroChina Gelar Seminar K3 Tahun 2024

 



BumiSiginjai.com, Jambi - SKK Migas - KKKS PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) menggelar kegiatan seminar dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2024. Seminar dengan tema “Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha” ini digelar di salah satu hotel di Kota Jambi pada Sabtu (24/2/2024). 


Seminar ini dihadiri langsung oleh HSE Superintendent PetroChina International Jabung Ltd. dr. Frans Henny.  Digelar secara hybrid, seminar ini melibatkan sekitar 200 peserta dari berbagai departemen dan mitra kerja PetroChina seperti perwakilan dari BPBD, DAMKAR, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 


Dalam sambutannya, HSE Superintendent PetroChina International Jabung Ltd., dr. Frans Henny, menyampaikan bahwa seminar ini digelar bertujuan untuk menggali ilmu guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya K3 di lingkungan kerja yang penuh dengan risiko seperti industri minyak dan gas.  Selain itu, seminar ini dihadirkan bertujuan untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan pihak internal maupun eksternal.


“Untuk seminar tahun ini kita mengadakan seminar dengan skala yang lebih besar dan dengan sistem hybrid sehingga bisa menjangkau banyak pihak, baik internal maupun eksternal.  Namun tidak mengurangi fungsi dan tujuan, seminar ini merupakan wadah untuk menggali ilmu, berkolaborasi, dan juga dapat membangun hubungan yang lebih baik,” ujarnya.


dr. Frans Henny menyebutkan, dalam rangka Bulan K3 ini, tidak hanya seminar, tetapi PetroChina juga menggelar beberapa kegiatan yang tujuannya agar para karyawan semakin meningkatkan K3, agar K3 ini menjadi budaya dan menjadi satu bagian penting bagi individu masing-masing.


"Kegiatan lain di Bulan K3 ini ada kompetisi olahraga yang tujuannya untuk mengingatkan kembali mengenai bagaimana kita melakukan suatu pertolongan pertama pada kecelakaan kerja, kemudian juga respon kita terhadap suatu keadaan bahaya kita. Kalau secara nasional kita juga tiap tahunnya rutin melaksanakan upacara,” ujarnya.


Pada seminar ini, PetroChina menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Fire & Exsplosion Professional Forensic Investigator, Dr. Ir. Adrianus Pangaribuan, M.T., PFE., CFEI. dan Guru Besar Universitas Sriwijaya (UNSRI), Prof. dr. Tan Malaka, MOH., DrPH., SpOK., HIU.


Dalam pemaparan pemateri pertama yakni Dr. Ir. Adrianus Pangaribuan, M.T., PFE., CFEI. dengan tema yang disampaikan “Fire & Explosion Safety Engineering Related to Fire & Explosion Risk Assessment”, ia menjelaskan peristiwa kebakaran dan ledakan adalah peristiwa engineering yang berhubungan langsung dengan K3.  Para peserta seminar mendapat wawasan mendalam tentang praktik terbaik dalam K3, termasuk identifikasi risiko, penggunaan peralatan pelindung diri (APD), prosedur evakuasi darurat, dan penanggulangan kecelakaan. 


Dalam materinya, Dr. Ir. Adrianus Pangaribuan, M.T., PFE., CFEI. juga menjelaskan selain gas, debu juga bisa menjadi bahan peledak dalam posisi dan konsentrasi tertentu. 


“Tentunya bagaimana kita bisa mempraktikkan dan mengembangkan kegiatan ini di dalam industri di perusahaan, agar orangnya tetap sehat dan demikian perusahaan itu akan terus membuat keuntungan dan perusahaan itu tetap akan berproduksi.  Untuk kesehatan karyawannya itu pertama harus diatur, harus dicegah agar risiko-risiko kesehatan itu bisa dikendalikan misalnya disini jangan terlalu tinggi debu, jangan terlalu banyak gas ada kadarnya yang tinggi, dan berapa tinggi harus dicek terus jadi getaran panas itu semuanya harus bisa diatur,” paparnya.


Selanjutnya pemateri kedua yakni Prof. dr. Tan Malaka, MOH., DrPH., SpOK., HIU. memaparkan materi yang bertema “Pengembangan Program K3 di Tempat Kerja (Tinjauan Khusus OH Berdasarkan Regulasi dan Best Practices). Dimana ia menjelaskan dalam menerapkan prinsip-prinsip K3 yang efektif dalam aktivitas sehari-hari, aspek kesehatannya harus dibina sehingga pekerja harus selalu fit sehingga proses pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik.  


"Harus dicegah hal-hal yang akan memberikan risiko kesehatan. Seperti bising jangan terlalu tinggi, debu jangan terlalu banyak, gas, getaran dan panas itu semuanya harus segera diatur,” ujarnya.


Dengan pemaparan dari kedua narasumber ahli tersebut, para peserta seminar mendapat wawasan mendalam tentang praktik terbaik dalam K3. Menurut beberapa peserta seminar, kegiatan seminar ini tidak hanya menjadi platform untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam K3, tetapi juga sebagai langkah konkret PetroChina dalam menjaga keselamatan dan kesehatan, tidak hanya bagi karyawan mereka sendiri, tetapi juga untuk lingkungan sekitar dan komunitas dimana mereka beroperasi.


“Materi yang disampaikan ini sangat bermanfaat, dapat memberikan semacam pengetahuan pemahaman pada karyawan karena musibah ini kan tidak bisa kita prediksi.  Bisa saja kondisi tempat kerja, kemudian peralatan, kemudian karyawannya itu sendiri. Jadi ini memberikan semacam pemahaman kepada pekerja karyawan sehingga kecelakaan itu bisa diminimalisir,” ujar peserta seminar yang juga merupakan Kepala BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Drs. Zulfikri, M.AP.


“Kalau dilihat dari materi yang hari ini sangat luar biasa menambah pengetahuan teman-teman kita di perusahaan ataupun di luar Perusahaan.  Seperti kami dari pemerintahan di bidang kesehatan, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dampaknya nanti tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujar salah seorang peserta yakni Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Ade Rinaldo.

Posting Komentar

0 Komentar